Pagar Alam, Sumatera Selatan — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui skema hibah Dana untuk Kesejahteraan dan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Hukum Adat dan Komunitas Lokal (Dana TERRA) yang didukung Ford Foundation, mendukung pelaksanaan program agrosilvopastura berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Anggota Pengurus Tumbuh Berkah Bersama yaitu Jovan Febriantoko dan Riana Mayasari melalui Lembaga Pengusul Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) di Kota Pagar Alam untuk Tahun 2022-2023. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat lokal berbasis pengelolaan sumber daya alam, khususnya di wilayah penyangga kawasan hutan dan lahan pertanian dataran tinggi.

Melalui pendekatan agrosilvopastura, maka dapat mengintegrasikan kegiatan pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu sistem terpadu yang ramah lingkungan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pendampingan kelompok masyarakat Pengelola Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa dalam uji coba penanaman kelor dan pengolahan daun kelor menjadi produk sampingan. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga fungsi ekologis wilayah Pagar Alam yang dikenal sebagai kawasan pegunungan dan sentra perkebunan kopi. Faradiasthi Wirdaningsih, selaku Ketua Pengurus Tumbuh Berkah Bersama menyampaikan bahwa dukungan pendanaan dari BPDLH–Ford Foundation melalui Dana TERRA menjadi penguatan bagi anggota pengurus perkumpulan dalam mendampingi masyarakat adat secara langsung untuk menjaga kawasan hutan lindung. Program ini tidak hanya menekankan aspek teknis produksi, tetapi juga penguatan kapasitas kelembagaan kelompok masyarakat adat, dan keberlanjutan usaha yang berfokus pada ekonomi masyarakat adat.
Melalui kegiatan ini, Anggota Pengurus Tumbuh Berkah Bersama melalui Perguruan Tinggi Pengusul Politeknik Negeri Sriwijaya berkontribusi aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Program agrosilvopastura di Pagar Alam diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi bagi daerah lain dalam pengembangan ekonomi msyarakat adat yang seimbang antara kepentingan sosial, ekonomi, dan lingkungan.