Pertanian di lahan pasang surut menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kondisi lingkungan yang dinamis, risiko genangan, serta dampak perubahan iklim sering kali memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil panen padi. Menjawab tantangan tersebut, sebuah program pemberdayaan pertanian dirancang untuk membantu petani mengelola lahan pasang surut secara lebih adaptif dan berkelanjutan.

Program ini mendorong penerapan praktik pertanian adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik lahan pasang surut, termasuk efisiensi pengelolaan air dan perbaikan tata kelola pascapanen. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar lebih bernilai dan tahan terhadap risiko kehilangan hasil.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petani sebagai aktor utama. Melalui proses pembelajaran bersama dan penerapan teknologi tepat guna, kapasitas petani diperkuat agar mampu mengelola lahan secara ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.
Dampak dari program ini tidak hanya dirasakan pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan ketahanan pangan lokal serta peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah perkotaan dan peri-urban yang memiliki tekanan tinggi terhadap ketersediaan lahan pertanian.
Program ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.